Marketing: The Core of Organization

Sabtu, 1 April 2017, perwakilan IYOIN dari Local Chapter Bekasi dan Local Chapter Tangerang bersama dengan Vice President CEDIT Nasional menghadiri Marketing and Communication Class yang diadakan oleh YOT Ambassador. Marcomm Class dengan tema “What Defines Good Campaign: Creative Content” dihadiri oleh Mika Affandy dari Marcomm Director Coffee Toffee Indonesia, Yuanita Agata dari Marketing Manager LINE CORP Indonesia, dan Vega Karina dari Public Relation GEN FM 98.7 FM sebagai pembicara.


Cerita Mika Affandy tentang asal mula terbentuknya Coffee Toffee membuka Marcomm Class di hari Sabtu ini. Coffee Toffee yang berdiri di bawah PT. Coffee Toffee Indonesia pada tahun 2006 memiliki misi memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia, yang meskipun sebagai salah satu Negara terbesar penghasil kopi dunia, sebagian besar masyarakatnya tidak mengetahui kopi. Setelah melewati masa-masa krisis, sekarang ini Coffee Toffee Indonesia telah membuka cabang di 25 kota besar di Indonesia. Di sela-sela ceritanya, Mika berbagi pengalaman bagaimana marketing dan personal branding dapat membawa Coffee Toffee menuju kesuksesan. Marketing bukan hanya mengenai poster yang menarik, iklan yang mahal, ataupun model yang menarik, tetapi mengenai strategi dalam menghasilkan media marketing yang sesuai dengan target yang ditujukan. Menurut Mika, target sasaran yang diprediksikan sebagai penerima iklan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum melancarkan strategi marketing. Penerima iklan juga perlu dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, baik itu berdasarkan gender, umur, maupun daerah karena kelompok yang berbeda cenderung menerima iklan dengan reaksi yang berbeda pula.

Strategi marketing yang sama diterapkan pula oleh Marketing Manager LINE Corp Indonesia, Yuanita Agata. Perkembangan LINE sebagai sarana komunikasi terbesar di dunia yang telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna di 230 negara tidak terlepas dari strategi marketing yang diterapkan. Yuanita berbagi strategi pemasaran aplikasi LINE di Indonesia yang terbagi menjadi dua tipe, yaitu Functional Campaign dan Emotional Campaign. Dalam merumuskan campaign, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kelompok target. Setelah kelompok target ditetapkan, tim dapat merumuskan jenis campaign yang akan diterapkan. Campaign yang dilakukan oleh tim marketing LINE umumnya bertepatan dengan peringatan hari nasional dan dilaksanakan dalam rentang waktu tertentu. Tujuannya adalah selain memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengikuti campaign, juga untuk menyebarkan campaign secara luas agar viral. Tim marketing LINE umumnya menggunakan hashtags. Penggunaan hastags dalam campaign dapat menjadi langkah yang tepat mengingat hastags dapat mempermudah pengguna dalam mencari topik tertentu. Penggunaan slogan dalam hastags juga perlu diperhatikan, tim marketing LINE Indonesia umumnya menggunakan slogan yang memiliki rima, contohnya #AdaYangLaindiLINE, dan lain sebagainya.

Umumnya, strategi marketing yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan memiliki kesamaan. Hal yang paling krusial dalam pemasaran produk dan campaign adalah target sasaran. Vega Karina dari GEN FM berbagi cerita bagaimana campaign musik Indonesia yang dibuatnya dapat menjadi viral. Menurut Vega, selain target, tim marketing perlu bekerjasama dengan partner yang memiliki kesamaan tujuan untuk menyebarluaskan campaign yang dibuat. Contohnya, Vega bekerjasama dengan berbagai label musik dan entertainment house di Indonesia untuk menyebarluaskan campaign musik Indonesia ini. Vega pun berpendapat, pemasaran akan lebih efektif jika menggunakan media sosial. Media sosial dianggap sebagai media periklanan yang paling berpengaruh dalam hal pemasaran sehingg media sosial seringkali digunakan sebagai media untuk menyebarluaskan campaign dan personal branding.


 

 

 

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara. Kegiatan ini telah memberikan ide dan pandangan baru bagi para pemuda, khususnya para entrepreneur yang baru saja membuka usaha dan mahasiswa yang tergabung di suatu organisasi. Pengetahuan mengenai marketing strategy, public relation, partnership, dan social media marketing merupakan pengetahuan yang perlu dimiliki oleh pemuda untuk menghadapi globalisasi, dimana transfer informasi terjadi secara cepat dan luas. Pengetahuan mengenai personal branding juga perlu dimiliki oleh pemuda sehingga pemuda dapat mempromosikan bisnis, organisasi, event, maupun dirinya sendiri. Terima kasih YOT Ambassador telah mengundang IYOIN dalam acara ini. Share and Synergize! (Firza)

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *