IYOIN IN YOUTHDEV SUMMIT 2016

IYOIN di YOUTHDEV SUMMIT 2016

Syarief Qayum atau yang sering dipanggil Qayum adalah perwakilan dari IYOIN pada acara NGO Panel Discussion di YouthDev Summit 2016 yang telah berlangsung pada tanggal 20 Februari 2016. Acara ini bertempat di Gedung BPPT (Gedung Lantai 3) jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat. Acara ini berlangsung dari pukul 7 pagi hingga 5 sore. Dari tiga tema diskusi panel YouthDev yaitu bidang pendidikan, Lingkungan, dan Kesehatan, Qayum berperan sebagai delegasi yang mewakili IYOIN untuk menyuarakan suara NGO IYOIN melalui diskusi panel di bidang pendidikan.

IYOIN sendiri masuk dalam kriteria dibidang pendidikan ini karena value atau visi IYOIN sendiri fokus utamanya dibidang pendidikan dan kepemudaan. Untuk kesehatan IYOIN memiliki donor darah tetapi itu salah satu additional project dari IYOIN sendiri. Dan IYOIN masuk pendidikan ini juga termasuk pendidikan secara informal seperti kegiatan sosial.

Menurut Qayum sendiri ada keistimewaan dari IYOIN sehingga bisa masuk menjadi salah satu organisasi delegasi youthdev summit 2016 yaitu karena Dari semua NGO yang turut hadir di diskusi panel, IYOIN yang berfokus dalam pengembangan pemuda di bidang pendidikan internasional dengan berbagai kegiatan project yang mengembangkan soft skill target dari pesertanya sendiri. ”But… IYOIN still need to learn and collaborate more from project NGO lain yang sudah well established. Fokus NGO yang lain rata2 mengembangkan soft skill pemuda atau anggotanya sedangkan IYOIN lebih berfokus kepada target audiens atau external. Contoh yang berfokus terhadap internal atau anggotanya yaitu GMB (gerakan mari berbagi). NGO yang lain juga banyak yang mempunyai project yang hampir sama seperti IYOIN mostly teaching seperti Sayap Dewantara dari UI mengajar dan MASIKOLA dari sulawesi tengah”, Jelas Qayum.

Sayangnya pada saat diskusi panel Qayum sendiri tidak mendapatkan kesempatan open questions. Hal ini dikarenakan minimnya open question yang disediakan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk Qayum membagikan ide-idenya yang didiskusikan dengan NGO lain. Ide yang ia diskusikan dengan NGO lain yaitu ia berpendapat untuk lebih menekankan bahwa internasionalisasi pendidikan di Indonesia itu sangat penting apalagi dengan melihat jumlah pemuda Indonesia yang melajutkan studi di luar negeri hanya sekita 50,000rb dan masih kalah dari negara tetangga. Sebaliknya mahasiswa asing di Indonesia juga masih kurang. Sejalan dengan penjelasan Wien Muldian dari Kemendikbud, beliau mengatakan kalau pemeritah telah menekankan pendidikan sebagai salah satu fokus untuk SDS’s 15 tahun kedepan dan dikaitikan dengan elemen revolusi mental. Pemerintah sendiri sangat terbuka dengan collaboration dengan NGO untuk pengembagan kualitas pendidikan. Janji kolaborasinya yaitu akan ada open panel lagi dari kemendikbud untuk diskusi dengan NGO langsung di kementrian oleh Bapak Wien Muldian, Firmansyah dan perwakilan Indonesia Mengajar.

Selain IYOIN sendiri ada NGO lain yang hadir dalam diskusi panel pendidikan seperti Sayap Dewantara, Forum Negrawan Muda, Kelas Negarawan Muda dan masih banyak lainnya. Diskusi panel ini dimulai dari pukul 8.45 – 11.00. Menurut Qayum diskusi panel ini “not literally” diskusi panel tapi lebih ke pemaparan pandangan dari pembicara sektor Private, Goverment, dan Pendidikan.

“Karena presentasi berakhir jam 11 dengan inisiatif sendiri kita para delegasi NGO duduk melingkar membuat the real Diskusi Panel dimana kita betul2 berdiskusi tentang NGO kita dari tantangan hingga project yang kita jalankan”, tegas Qayum.

Tak hanya diskusi saja namun dalam acara ini IYOIN juga membuka booth. Menurut Qayum sendiri ada keistimewaan dari booth IYOIN.

“Booth IYOIN salah satu yang paling pertama buka! yaaay rajin banget. Dan booth kita itu termasuk interaktif karena kita membagikan booklet gratis dan pemaparan project kita menggunakan PPT dan Video. Tapi aku gak cek booth lain sih, jadi gak bisa janji kalo booth kita yang paling istimewa. Exhebition dimulai dari jam 8 -12, the same period when i was at the discussion panel”, ungkap Qayum.

Qayum juga memaparkan perasaannya ketika iyoin bukan menjadi the best NGO.

“Bold & Honest ya. Menurutku emang belum saatnya kita menjadi best NGO karena kita terhitung umurnya masih baru banget dan mungkin termuda dari panel pendidikan. Jadi kita harus belajar banyak dan yang terpenting kita harus mensukseskan project kita yang baru akan mulai saat bulan ini untuk lebih bersaing lagi dan menunjukkan kalau IYOIN mempunyai impact buat bangsa. NGO lain udah established semua dengan project2 yang sudah dewasa dan yang bener2 inspiratif”, jelas Qayum.

Dampak positif untuk IYOIN sendiri setelah berkontribusi di Youthdev menurut Qayum yaitu banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari seperti pendewasaan NGO dan yang terpenting harus benar-benar menjalankan Value yang dipegang melalui kegitan-kegiatan. Qayum juga berharap agar IYOIN bisa mengikuti jejak NGO lain dan tidak ada persaingan antara NGO. Tetapi yang terpenting itu adalah kolaborasi karena akar dan niat dalam membangun NGO sendiri adalah untuk membawa perubahan. Selain itu menurut bapak Wien Muldian dari kemendikbud. Bahwa NGO itu bukanlah ajang untuk branding bukan pula ajang untuk memperbesar ketenaran yang menjadi fokus utama adalah impact apa yang NGO berikan sendiri.

Share and Synergize

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.